Menjadi Penjaga:
Praktek Membangun Konservasi Yang Dipimpin Masyarakat

Selamat datang di "Becoming Custodians", proyek penelitian yang bertujuan untuk menyoroti proses transformatif dalam membangun konservasi yang dipimpin oleh masyarakat. Pada halaman ini, Anda dapat membaca pembaruan, wawasan, dan refleksi terhadap penelitian yang sedang berlangsung.

Masukkan alamat email Anda untuk menerima notifikasi postingan baru.

Berlangganan ke Blog via Email

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Memikul beban pengakuan

“Selama ini hutan negara, ya itu urusan negara,” katanya. Tapi kalau ada izin, “kami yang akan disuruh menjaga hutan, dan kalau hutan rusak, kami yang akan dimarahi.” Ia menyimpulkan: lebih baik tidak punya izin sama sekali daripada punya izin yang tidak bisa dimanfaatkan.

Baca Cerita

Es Tebu dan Kemitraan Sawit di Warung Takjil

Cerita Cik Gu mewakili dilema yang dihadapi seluruh warga desa: apakah mereka akan tetap mempertahankan lahan leluhur yang sulit mereka kelola sendiri, atau menyerahkannya kepada pihak lain dan mendapatkan waktu serta dana untuk melakukan hal-hal lain, termasuk menjalankan PUMK mereka.

Baca Cerita

Garam dan Asam di Mengkalang Jambu

Kak Desintha dan saya lumayan terkejut karena kami kira garam dan asamnya akan dibuat untuk memijat kaki, ternyata malah dioleskan ke mulut. Bisa dibilang, kami sudah sedikit makan garam dan asam di Mengkalang Jambu.

Baca Cerita